Judul artikel ini adalah terjemahan bebas dari sebuah buku yang saya baca beberapa saat lalu. Judul buku aslinya adalah Integrating PHP project with jenkins. dari judulnya saja sudah memprofokasi saya untuk segera membacanya. begitu bayak artikel dan ebook yang membahas dasar pemrograman php, namun tidak banyak yang meneruskan pembahasannya ke level yang lebih tinggi.

Integrating PHP Projects With Jenkins

Integrating PHP Projects With Jenkins

Sebagai developer PHP saya tahu betul, tidak sulit membuat website ataupun aplikasi web dengan PHP. Dengan pemahaman yang betuldan jelas mengenai apa yang akan dibuat, untuk aplikasi sederhana cukup dengan meluangkan waktu koding beberapa hari, pastilah sudah jadi. Masalahnya tak ada aplikasi web maupun desktop yang serius untuk digunakan, tidak mungkin untuk selalu mempertahankan kesederhanaan tersebut seterusnya. Program aplikasi dan web yang ramai digunakan orang dituntut untuk terus berevolusi, menambah fitur baru, mengadopsi kebutuhan baru sesuai selera penggunanya. Disinilah masalah dimulai.

Penambahan fitur baru, penyesuaian fungsi dan kebutuhan aplikasi, mau tidak mau menuntut developer untuk membuat modul baru atau bahkan melakukan refactoring pada source code yang sudah running sebelumnya. Lalu bagaimana memastikan modul yang kita buat bisa bekerja dengan benar di aplikasi yang sudah running sebelumnya? Bagaimana memastikan refactor source code yang kita lakukan tidak merusak program yang sudah ada? Jaminan apa yang bisa kita berikan? Disinilah bahasan kita akan diurai lebih detail lagi.

Dalam melakukan integrasi sebuah project setidaknya ada beberapa hal yang akan kita lakukan :

  1. Automasi seluruh proses integrasi, karena tahapannya akan terus diulang setiap kali dilakukan deployment.
  2. Source code yang dideploy berasal dari source code repository seperti subversion, ataupun git.
  3. Lakukan anlalisa statis pada source code PHP yang sudah dibuat, misalnya menggunakan PHP_CodeSniffer untuk memeriksab apakah source tersebut sudah mengikuti standard koding yang telah ditetapkan oleh pimpinan project.
  4. Melakukan pencarian duplicated code dengan tools phpcpd (PHP Copy/Paste Detector).
  5. Melakukan testing pada setiap class di source code PHP yang telah dibuat sebelumnya dengan menggunakan tools PHPUnit.
  6. Menggenerate dokumentasi source code dengan PHPDocumentor.
  7. Melakukan instalasi Jenkins dan modul yang dibutuhkan untuk melakukan continuous integration PHP Project sesuai dengan kebutuhan.

Sampai disini dulu pembahasan saya kali ini, nantikan part 2 untuk detail pembahasan lebih lanjut.

Advertisements

About phpgeek programmer

pemimpi yang berharap menjadi the best programmer di zamannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s